Untitled Document
» UJI POTENSI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) UNTUK PENGENDALIAN ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
   1601119,MUHAMMAD ARIF SIHOMBING
   

MUHAMMAD ARIF SIHOMBING. UJI POTENSI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) UNTUK PENGENDALIAN ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.). Tugas akhir Mahasiswa STIP-AP Program Studi Budidaya Perkebunan di Bimbing oleh Bapak Sulthon Parinduri, SP., M.SI sebagai Pembimbing I dan Ibu Tuty Ningsih SP., MP sebagai pembimbing II.

Gangguan HPT (Hama dan Penyakit Tanaman) pada tanaman kelapa sawit merupakan masalah penting di perkebunan kelapa sawit, keberadaannya dapat menimbulkan kerusakan tanaman. Salah satu jenis hama yang mengganggu tanaman kelapa sawit adalah hama ulat api Setothosea asigna. Salah satu bahan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alami yang dapat menekan perk embangan hama ulat api Setothosea asigna adalah tanaman kemangi (Ocimum sanctum L.). Tanaman Kemangi memiliki kandungan bahan aktif yang berpotensi sebagai insektisida nabati hama ulat api yaitu, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, dan minyak atsiri. Proses pembuatan insektisida nabati daun kemangi dilakukan dengan metode ekstrak maserasi

Penelitian dilaksanakan di areal penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIP-AP) kampus LPP Medan.Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 4 taraf dan 6 ulangan. Konsentrasi yang dilakukan yaitu K0 (0%), K1(10%), K2 (20%), K3 (30%). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas ulat api dengan perlakuan ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.), pengamatan yang dilakukan pada 1HSA menunjukkan hasil K1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 dan K3 tetapi berbeda nyata terhadap K0. Pada pengamatan yang dilakukan 2HSA terjadi peningkatan mortalitas larva ulat api dari hasil uji rataan DMRT dapat dilihat bahwa mortalitas tertinggi pada perlakuan K3 dengan rata-rata mortalitas 86,67%. Sedangkan pada pengamatan 3HSA terlihat sangat nyata terhadap mortalitas ulat api dengan rata-rata mortalitas ulat api 100% pada perlakuan K1,K2 dan K3, yang masing-masing tidak berbeda nyata tetapi berbeda nyata dengan perlakuan K0. Perbedaan pada tingkat mortalitas hama yang terjadi disebabkan oleh perbedaan tingkat konsentrasi ekstrak daun kemangi yang dimana semakin tinggi konsentra yang diaplikasikan maka mortalitas ulat api akan semakin tinggi pula.

Kata Kunci : Ocimum sanctum L., Setothosea asigna, Ekstrak, Maserasi, Insektisida nabati

No. Deskripsi Ukuran  
1 ABSTRAK 88388 Kb Detail
2 COVER 97921 Kb Detail
3 DAFTAR TABEL 138230 Kb Detail
4 DAFTAR GAMBAR 85278 Kb Detail
5 DAFTAR ISI 155870 Kb Detail
6 BAB I 92926 Kb Detail
7 BAB II 377611 Kb Detail
8 BAB III 431727 Kb Detail
9 LAMPIRAN 1430915 Kb Detail
10 DAFTAR PUSTAKA 158954 Kb Detail
       
Untuk Mendapatkan Full Content Silahkan Login Terlebih Dahulu :
Login
Username :
Password :