Untitled Document
» UJI POTENSI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) UNTUK PENGENDALIAN ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
   1601099,EDO PURNAMA ANTARIKSA
   

EDO PURNAMA ANTARIKSA. UJI POTENSI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia) UNTUK PENGENDALIAN ULAT API (Setothosea asigna) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan di bimbing oleh Bapak Sulthon Parinduri, S.P., M.Si sebagai pembimbing I dan Bapak Eka Bobby Febrianto, S.P., M.Si sebagai pembimbing II 

Permasalahan utama dalam budidaya kelapa sawit adalah organisme pengganggu tanaman, salah satunya ulat pemakan daun yaitu ulat api (Setothosea asigna). Ulat api memakan daun hingga menyisakan tulang daun dalam kondisi yang parah tanaman akan kehilangan daun sekitar 90%. Mengatakan bahwa kerusakan daun yang terjadi pada tanaman kelapa sawit berumur 8 tahun, diperkirakan penurunan produksi mencapai 30-40% pada 2 tahun setelah terjadi kehilangan daun akibat serangan ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS). Kerusakan daun yang terjadi pada tanaman kelapa sawit yang lebih muda, dapat menyebabkan kehilangan hasil yang kecil. Kehilangan daun sebesar 50% pada tanaman kelapa sawit yang berumur 1-2 tahun, masing-masing akan mengakibatkan penurunan produksi sebesar 12-24% dan <4% pada dua tahun pasca serangan. 

Penelitian dilaksanakan di areal penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) kampus LPP Medan. Waktu penelitian dimulai pada bulan Maret sampai Agustus 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Ancak Kelompok non faktorial dengan 4 taraf dan 6 ulangan. Konsentrasi yang dilakukan yaitu E0 (kontrol) E1 (15%) E2 (30%) E3 (45%) 

Hasil penelitian menunjukan bahwa mortalitas ulat api perlakuan ekstrak kulit jeruk nipis Citrus aurantiifolia pada pengamatan 1HSA bahwa mortalitas yang tertinggi terdapat pada perlakuan E3 dengan mortalitas sebesar 53,33, dapat dilihat pula pada perlakuan E3 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan E1 dan E2 tetapi berbeda nyata dengan E0. Sedangkan pada 2HSA tingkat mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan E3 dengan mortalitas sebesar 96,67 yang berbeda tidak nyata dengan perlakuan E1 dan E2 tetapi berbeda nyata dengan E0. Pada hari 3HSA dapat dilihat bahwa perlakuan aplikasi insektisida nabati memberikan pengaruh yang nyata terhadap mortalitas ulat api, dengan mortalitas yang tertinggi terdapat pada taraf E3 dengan konsetrasi ekstrak kulit jeruk nipis 45% berbeda nyata dengan taraf E0. Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas ulat api pada taraf E1, E2 dan E3.

Kata Kunci : Citrus aurantiifolia., Setothosea asigna, Ekstrak, Maserasi.

No. Deskripsi Ukuran  
1 ABSTRAK 87315 Kb Detail
2 COVER 12637 Kb Detail
3 DAFTAR TABEL 84220 Kb Detail
4 DAFTAR GAMBAR 84192 Kb Detail
5 DAFTAR ISI 181430 Kb Detail
6 BAB I 95563 Kb Detail
7 BAB II 342422 Kb Detail
8 BAB III 471384 Kb Detail
9 LAMPIRAN 1992654 Kb Detail
10 DAFTAR PUSTAKA 176968 Kb Detail
       
Untuk Mendapatkan Full Content Silahkan Login Terlebih Dahulu :
Login
Username :
Password :