Untitled Document
» ANALISA JUMLAH KLOFORIL DAUN TERHADAP PRODUKSI BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI ELEVASI 600-850 m dpl DI KEBUN BAH BIRUNG ULU PTPN IV SUMATERA UTARA
   1401187,BINSAR MANGATUR TUA SINAMBELA
   

BINSAR MANGATUR TUA SINAMBELA, ANALISA JUMLAH KLOFORIL DAUN TERHADAP PRODUKSI BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI ELEVASI 600-850 m dpl DI KEBUN   BAH BIRUNG ULU PTPN IV SUMATERA UTARA. Tugas Akhir Mahasiswa STIPAP Program Studi Budidaya Perkebunan dibimbing oleh Aulia Juanda, Djs, S.Si., M.Si., dan Eka Bobby Febrianto, S.P., M.Si.

Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) sangat penting artinya bagi Indonesia sebagai komoditi yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan harkat petani perkebunan kelapa sawit serta transmigran Indonesia.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit, yaitu iklim, bentuk wilayah, kondisi tanah, bahan tanam, dan teknik budidaya.Ketinggian tempat (altitude) merupakan salah satu faktor dari luar yang berpengaruh terhadap produksi.Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan produktivitas sehingga data produksi perlu dianalisa dan dilakukan perbandingan.

Penelitian dilaksanakan di Kebun Bah Birung Ulu PTP.Nusantara IV yang terletak di Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.Penelitian ini berlangsung pada Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ketinggian tempat di daerah elevasi rendah, elevasi sedang dan daerah elevasi tinggi terhadap analisa jumlah klorofil daun terhadap produksi buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq).

Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif analistis dengan cara mengolah data sekunder (LM 76) dan membuat perbandingan masing-masing data kebun. Berat Tandan di daerah elevasi tinggi (kebun Bah Birung Ulu) memiliki Berat Rata-rata Tandan yang lebih berat daripada Berat Rata-rata Tandan di daerah elevasi rendah (Kebun Adolina) dan elevasi sedang (Kebun Pabatu). Dari hasil penelitian yang dilakukan, kebun Pabatu dan Kebun Adolina memiliki Rata-rata Jumlah Tandan per pokok terbanyak disusul dengan produksi tertinggi dibandingkan dengan kebun Bah Birung Ulu. Satuan Pokok Perhektar (SPH) terbanyak di daerah elevasi rendah (Kebun Adolina) dan elevasi sedang (Kebun Pabatu) dan sph terendah di daerah elevasi tinggi (Kebun Bah Birung Ulu)

Kata Kunci :Pengaruh, Ketinggian tempat, Produksi, sph

No. Deskripsi Ukuran  
1 COVER 234492 Kb Detail
2 ABSTRAK 312078 Kb Detail
3 DAFTAR ISI 263873 Kb Detail
4 DAFTAR GAMBAR 196292 Kb Detail
5 DAFTAR TABEL 206898 Kb Detail
6 BAB I 355879 Kb Detail
7 BAB II 352095 Kb Detail
8 BAB III 355400 Kb Detail
9 DAFTAR PUSTAKA 146125 Kb Detail
10 LAMPIRAN 1152079 Kb Detail
       
Untuk Mendapatkan Full Content Silahkan Login Terlebih Dahulu :
Login
Username :
Password :