Untitled Document
» Terapi Merah Dengan Menggambar : Untuk Menghapus Kemarahan Terpendam dan Menanamkan Benih Kesabaran
   ,Edy Pekalongan
   

Pada suatu malam saya menonton berita disebuah televisi swasta, yang menanyangkan sebuah acara terapi melukis untuk melepaskan trauma dan kegelisahan batin . Acara tersebut di selenggarakan oleh Prof. Ni Luh Ketut suryani dari bali.

Menyaksikan tayangan tersebut saya berfikir bagaimana caranya agar dengan menggambar bisa melepaskan timbunan marah/dendam yang terpendam dalam diri seseorang selama bertahun tahun dan menanamkan nilai nilai kesabaran.

setelah kurang lebih 6 bulan kemudian, pada suatu malam ketika sedang berbaring sambil melamun kegelisahan saya terjawab dengan datangnya suatu inspirasi berupa gambaran sebuah terapi menggambar.
seperti arcimedes yang berteriak eureka...

sayapun segera beranjak menuliskan konsep yang muncul tersebut dari awal sampai akhir. kemudian saya coba menuangkan gagasan tersebut dalam tahapan proses menggambar simbol simbol. Karena sejatinya terapi ini adalah bukan menggambar sembarang objek namun hanya menggambar simbol simbol emosi.

lalu muncullah simbol pohon kesabaran dan pohon kemarahan.

kenapa memilih pohon ?
karena pohon itu dikenal oleh semua manusia, dari manusia primitif sampai modern.
Singkat cerita , saya meminta beberapa teman menjadi objek percobaan terapi saya.
Sahabat mahasiswa sebanyak 3 orang mau mendukung penelitian saya tersebut. Ekperimen Terapi yang pertama saya lakukan dan setelah itu saya merasa lelah sekali selama 2 hari, seperti terkuras stamina saya.

beberapa proses saya ganti dan sesuaikan lalu di uji kepada 2 orang teman mahasiswi yang bersedia menjalani ekperimen terapi. Sampai akhirnya saya merasa mantap dengan keseluruhan tahapan terapi yang saya lakukan, dari hasil terstimonial meraka merasa terbantu dengan terapi ini.

akhirnya saya memutuskan menulis lengkap konsep tahapan2 terapi ini dan memberinya nama terapi Marah dengan menggambar. Tak lama ada permintaan dari teman teman mahasiswa untuk di terapi secara privat .

Lalu saya berinisiatif mengadakan acara terapi emosi secara massal untuk 30 orang, bersamaan dengan sebuah acara pentas musik di kampus.

Kegiatan terapi bertempat disebuah ruangan yang tidak jauh dari lokasi pentas musik di kampus kami siang itu. Beberapa teman menghawatirkan peserta akan sulit berkonsentrasi. dan nyatanya semua proses berlangsung cukup baik.

 

No. Deskripsi Ukuran  
1 FULL CONTENT 791200 Kb Detail
       
Untuk Mendapatkan Full Content Silahkan Login Terlebih Dahulu :
Login
Username :
Password :