Untitled Document
» KAJIAN KESENJANGAN (GAP) PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI AFDELING I KEBUN MARJANDI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV
   12011369,AGUNG FAUZI MALIK
   

AGUNG FAUZI MALIK. KAJIAN KESENJANGAN (GAP) PRODUKSI KELAPA SAWIT Elaeis gueneensis Jacq ANTARA REALISASI DIBANDINGKAN RENCANA DAN POTENSI DI AFDELING I KEBUN MARJANDI  PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV. Tugas akhir mahasiwa STIPAP program studi budidaya perkebunan dibimbing oleh Aries Sukariawan, S.P., M.P dan Marshal Arifin Sinaga, SST

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia.  Produk utama tanaman kelapa sawit terdiri dari minyak sawit kasar (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) memiliki nilai ekonomis tinggi dan menjadi salah satu penyumbang devisa Negara.  Produktivitas tandan buah kelapa sawit meningkat dengan cepat dan mencapai maksimum pada umur 8-12 tahun, kemudian menurun secara perlahan-lahan dengan tanaman makin tua hingga umur ekonomis 25 tahun.  Tanaman kelapa sawit dibudidayakan, tumbuh dan berkembang baik pada daerah tropis yang beriklim basah (12o LU - 12o LS), dengan tipe iklim Af dan Am (Koppen) maupun A, B dan C (Schmidt & Ferguson) dengan elevasi 0-600 m di atas permukaan laut (dpl).  Persyaratan tumbuh untuk tanaman kelapa sawit adalah curah hujan   ≥ 2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun dengan period bulan kering  < 100 mm/bulan atau tidak lebih dari 3 bulan, temperatur rata-rata 24-28C, ketinggian tempat < 500 m dpl dan lama penyinaran sepanjang tahun dengan intensitas 5-7 jam/hari.

Penelitian ini dilakukan di Afdeling I Kebun Marjandi PT. Perkebunan Nusantara IV Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Juni sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif dengan pengumpulan data sekunder dari lokasi penelitian mengenai pencapaian produksi berdasarkan potensi dan rencana . Pengamatan terdiri dari rencana (RKAP) dan realisasi produksi tahun tanam 1995,2005,dan 2006 dengan bahan tanam PPKS dan Socfindo dari tahun 2013-2015 dikaitkan dengan data curah hujan.

Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa rata-rata jumlah  tandan per pohon  pada tahun 2013-2015 pada tahun tanam 1995 mengalami minus 14,05% dari RKAP dan 17,0% dari potensi, pada tahun tanam 2005 mengalami minus 17,2% dari RKAP dan 16,9% dari potensi, pada tahun tanam 2006 mengalami minus 11,5% dari RKAP dan 0,4% dari Potensi.  Rata-rata berat tandan mengalami surplus dari RKAP dan Potensi.  Rata-rata produktivitas TBS pada tahun tanam 1995 dan 2005 mengalami minus, sedangkan pada tahun tanam 2006 mengalami surplus. Kesenjangan produktivitas kelapa sawit di afdeling I Kebun Marjandi dipengaruhi oleh faktor iklim,umur tanaman,curah hujan,ketinggian tempat, dan penyinaran

 

Kata kunci : Kajian Produksi, Faktor Penentu Produksi

No. Deskripsi Ukuran  
1 Cover 90782 Kb Detail
2 Abstrak 263162 Kb Detail
       
Untuk Mendapatkan Full Content Silahkan Login Terlebih Dahulu :
Login
Username :
Password :